Rabu, 04 Januari 2012

Laporan Praktikum Pemeliharaan dan Pengoperasian Alat : HPLC (High Performance Liquid Chromatography)

High Performance Liquid Chromatography (HPLC)



Line Callout 2: HhHPLC
Gambar 2. Perangkat HPLC

Prinsip kerja HPLC ialah dengan bantuan pompa fase gerak cair dialirkan melalui kolom menuju detector. Cuplikan dimasukkan ke dalam aliran fase gerak dengan cara penyuntikkan. Di dalam kolom terjadi pemisahan komponen-komponen campuran. Karena perbedaan kekuatan interaksi antara  solute-solut terhadap fase diam
Solut-solut yang kuat interaksinya dengan fase diam akan keluar dari kolom terlebih dahulu. Sebalikya, solute-solut yang kuat berinteraksinya dengan fase diam maka solute tersebut akan keluar kolom, dideteksi oleh detector kemudian direkam dalam bentuk kromatogram kromatografi gas. Seperti pada kromatografi gas, jumlah peak menyatakan konsentrasi komponen dalam campuran. Komputer dapat digunakan untuk mengontrol kerja system HPLC dan mengumpulkan serta mengolah hasil data pengukuran HPLC.

Alat Penunjang HPLC
Syringes

Gambar 5. Syringe HPLC
Syringe adalah alat berukuran kecil dan berbentuk seperti jarum suntik dan berguna untuk memasukkan sejumlah sample yang ke dalam HPLC. Syringe pada HPLC berukuran 0,1 ml atau 100 mikroliter.
Fungsi
Syringe berfungsi untuk memasukkan sejumlah sample yang ke dalam HPLC.
Cara Penggunaan
1.   Jarum syringe dicelupkan ke dalam larutan yang akan dianalisis.
2.      Bilas syringe dengan menggunakan sample yang akan digunakan minimal tiga kali.
3.      Kemudian syringe ditarik sehingga sample masuk ke dalam syringe, penggunaannya sama seperti halnya jarum suntik.
4.      Setelah itu, syringe di inject pada colom dan secara otomatis computer sudah mengatur jumlah pemasukan sample.
5.      Setelah selesai, dalam penyimpanannya syringe harus dalam keadaan kering dan disimpan di dalam gabus syringe.



Ultrasonic Homogenizer

Line Callout 2: ToTombol pengatur waktu
Gambar 3. Ultrasonic Cleaner atau Ultrasonic Homogenizer
Ultrasonic homogenizer adalah alat yang berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan agar tidak terdapat gelembung didalamnya. Larutan yang dianalisis pada HPLC harus dalam keadaan bersih dan dan homogeny, sehingga memerlukan Ultrasonic Homogenizer untuk memecah gelembung-gelembung yang terdapat di dalamnya. Alat penunjang HPLC tersebut menggunakan gelombang ultrasonic yang dapat merambat di dalam air, seperti pada system analisis USG pada ibu hamil.
Fungsi
Ultrasonic Homogenizer berfungsi sebagai penghomogen suatu sample atau larutan yang akan dianalisis menggunakan HPLC agar tak ada gelmbung di dalam sample dan juga untuk menuci alat-alat gelas.
Cara Penggunaan
6.      Ultrasonic Homogenizer dihubungkan dengan power supply.
7.      Sample yang ada di dalam botol dimasukkan ke dalam Ultrasonic Homogenizr yang telah berisi air keran atau aquades.
8.      Putar tombol waktu sesuai yang diinginkan.
9.      Setelah sample homogen, waktu telah menunjukkan skala 0, sample diambil dan alat segera diambil dari power supply.

Pengoperasian HPLC
1.      HPLC dihubungkan dengan sumber arus, lalu computer, monitor, dan printer dinyalakan.
2.      Pompa HPLC dan detector UV dengan cara menekan tombol ON/OFF pada masing-masing alat.
3.      Lalu Analiyst Komputer dipilih.
4.      Setelah itu membuka LC Solution.
5.      Kondisi eluen dicek terlebih dahulu, jika terdapat gelembung udara harus disaring dengan menggunakan saringan 0,45 mikron. Kemudian dick kembali cairan eluen yang menuju pompa. Apabila juga masih terdapat gelembung udara maka harus dilakukan PURGE menggunakan drain dengan tujuan mengeluarkan udara dari eluen sehingga tidak mengganggu proses pemisahan.
6.      Purge dilakukan dengan cara memutar tombol drain berlawanan jarum jam, bersamaan dengan ditekannya tombol purge pada pompa. Sehingga eluen yang membawa gelembung akan keluar melalui pembuangan.
7.      Pilih menu File lalu pilih new Method File.
8.      Apabila belum memasukkan metode, harus menyettingnya dahulu di instrument parameter view.
9.      Ketik kecepatan fase gerak Pump A Flow.
10.  Ketik panjang gelombang analisa yang diinginkan pada colom wave length chl.
11.  Ketik waktu analisa yang diperlukan pada kolom stop time
12.  Klik file, save method file as… masukkan nama metode, klik save
13.  Kirim perintah ke alat, klik Download
14.  Klik instumen On/off.yang telah dibuat, klik download, lalu instrument on/off untuk menyalakan dan mematikan alat, tidak usah setting perhitungan.
15.  Untuk membuka metoda yag telah dibuat, klik 2x methode
16.  Setelah kondisi stabil artinya didiamkan atau warming up selama 15 menit, sampel diambil menggunakan syringe dan jaga samapai terdapat gelembung udara diadalamnya. Apabila terdapat gelembung udara, maka dilakukan teknik dengan cara mengeluar masukkan sample dalam syringe hingga gelembung tersebut  hilang.
17.  Untuk menginjekkan sample, klik single start
18.  Masukkan nama sample, id sample dan juga data file.
19.  Tunggu sampai ada tampilan data achquisition start.
20.  Kemudian sample di injeksikan ke dalam colom.
21.  Masukkan jarum syringe pada lubang sample, lalu ditekan perlahan hingga tak bisa ditekan lagi. Posisi syringe harus tegak lurus, lalu putar ke posisi load (naikkan ke atas), injeksikan sample,  lalu injector diputar kembali ke posisi inject (turun ke bawah)
22.  Hasil pemisahan akan dibawa ke dalam colom dan dibawa ke detector, sehingga ditampilkan pada layar monitor.

Gambar 1. Hasil Kromatogram pada Sample Kafein Ulangan 1
Gambar 2. Hasil Kromatogram pada Kafein Ulangan 2
Gambar 3. Hasil Kromatogram pada Standar



Kafein adalah kristal putih alkaloida xantina yang pahit, yang merupakan obat stimulan psychoactive. Kafein ditemukan oleh seorang ahli kimia Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada tahun 1819. Ia menemukan istilah kaffein, suatu campuran kimiawi di dalam kopi (Kaffee dalam bahasa Jerman), yang di dalam bahasa Inggris menjadi caffeine.
Kafein pada manusia adalah suatu stimulan sistem saraf pusat (CNS, Central Nervous System), mempunyai pengaruh temporer untuk menghindari kantuk dan memulihkan keadaan siaga. Hidangan-hidangan yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, minuman tanpa alkohol, dan minuman berenergi, mendapat ketenaran yang luas. Kafein adalah unsur psychoactive yang paling luas digunakan di dunia, tetapi, tidak seperti banyak unsur psychoactive lainnya, kafein legal dan tidak diatur di hampir semua lembaga yuridis.
Hasil kromatogram dari kurva yang terbentuk dari hasil analisis sample pada ulangan pertama meghasilkan empat peak. Seharusnya peak yang dihasilkan hanya terdapat satu buah saja dan berbentuk yang paling menonjol atau paling tinggi atau paling tajam puncaknya. Pada sample ulangan pertama, sample kafein ditunjukkan dengan retention time 13.100,area sebesar 307151, height 9048, percent area sebesar 89.766, percent high sebesar 86.958. Peak yang dihasilkan berjumlah empat buah karena standar sudah terkontaminasi, lalu terdaptnya gelembung saat pemasukan ayau injeksi sample, walaupun kecil sangat menggaggu peak yang terbentuk sehingga terdapat bentukan empat kurva.
Hasil kromatogram dari kurva yang terbentuk dari hasil analisis sample pada ulangan kedua meghasilkan empat peak. Seharusnya peak yang dihasilkan hanya terdapat satu buah saja dan berbentuk yang paling menonjol atau paling tinggi atau paling tajam puncaknya. Pada sample ulangan pertama, sample kafein ditunjukkan dengan retention time 13.091,area sebesar 29295, height 8732, percent area sebesar 87.209, percent high sebesar 84.059. Peak yang dihasilkan berjumlah empat buah karena standar sudah terkontaminasi, lalu terdaptnya gelembung saat pemasukan ayau injeksi sample, walaupun kecil sangat menggaggu peak yang terbentuk sehingga terdapat bentukan empat kurva.
Hasil kromatogram dari kurva yang terbentuk dari hasil analisis standar pada ulangan kedua meghasilkan empat peak. Seharusnya peak yang dihasilkan hanya terdapat satu buah saja dan berbentuk yang paling menonjol atau paling tinggi atau paling tajam puncaknya. Pada sample ulangan pertama, sample kafein ditunjukkan dengan retention time 13.115,area sebesar 146019, height 9152, percent area sebesar 69.795, percent high sebesar 80.464. Peak yang dihasilkan berjumlah empat buah karena standar sudah terkontaminasi, lalu terdaptnya gelembung saat pemasukan ayau injeksi sample, walaupun kecil sangat menggaggu peak yang terbentuk sehingga terdapat bentukan empat kurva.
Sample yang dapat dianalisis dengan HPLC ialah yang bersifat themolabil atau senyawa yang tidak tahan panas. Contohnya alah senyawa-senyawa organic meliputi pemisahan flavonoid, alkaloid, fenol, cathrophyl, parasetamol,dan caffeine. Dari serangkaian data tersebut dapat dihitung konsentrasi sample caffeine yaitu :
sampel kafein (1):
Csampel =
      =
           = 12,1338 ppm
Sampel kafein (2):
Csampel =
      =
           = 12,6210 ppm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar