Rabu, 04 Januari 2012

Laporan Praktikum Mikrobiologi : Uji Mikrobiologis Air

Pendahuluan
Populasi mikroba di alam sangat kompleks dan besar. Beratus-ratus spesies dari berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Salah satu mikroba tersebut adalah bakteri. Bakteri memiliki tiga macam bentuk yaitu kokus (bulat atau bola), basil (batang), dan spiral (Fardiaz 1989).
Sifat bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Dikatakan menguntungkan karena bakteri dapat melakukan proses pembusukan sampah agar tidak menumpuk, sebagai antibiotic, indicator pencemaran, dan sebagainya. Sedangkan dikatakan merugikan karena bakteri dapat menimbulkan penyakit untuk beberapa spesies. Walaupun begitu, mikroba khususnya bakteri sengaja ditumbuhkan pada seuah medium. Medium yang digunakan adalah medium yang ketersediaan nutrientnya tercukupi seperti air, karbon, energy, mineral, dan faktor tumbuh untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri. Suatu bakteri dikatakan pathogen jika bakteri tersebut telah membentuk suatu koloni. Koloni didapatkan jika berada pada lingkungan buatan, sedangka jika berada di alam konsentrasi bakteri pathogen menjadi rendah dan suit untuk dideteksi. Oleh karena itu dilakukan analisis mikrobiologi untuk mengidentifikasi bakteri pathogen, misalnya uji mikrobiologi air (Fardiaz 1989).
Uji mikrobiologis air dapat dianalisis berdasarkan organisme penunjuk atau indicator organism. Syarat organisme indicator antara lain yaitu terdapat pada air yang tercemar, mempunyai kemampuan bertaha hidup yang lebih besar dari pathogen, terdapat dalam jumlah lebih banyak daripada pathogen, dan mudah dideteksi dengan teknik laboratorium yang sederhana. Biasanya yang digunakan sebagai indicator yaitu dari jenis Escheichia Coli (E. Coli atau coli tinja) dikarenakan terdapat hanya dan selalu terdapat dalam tinja (Adam 1992).
Total E. coli terdiri dari E. coli yang berasal dari tinja (disebut E. coli tinja) atau disebut juga coli fecal (baru tercemar tinja), lalu bakteri-bakteri lain selain E. coli (disebut coliform) seperti Klebsiella sp., Enterobacter freundii, Aerobacter aerogenes, atau disebut juga coli nonfecal (pernah terjemar tinja) (Jati 2007).

Tujuan
Praktikum bertujuan mengetahui kualitas air sumur, air minum isi ulang, air sungai, air kloset (diploma IPB), dan air keran (diploma IPB), apakah sudah tercemar oleh bakteri Escherichia coli atau tidak dan untuk mencari nilai MPN coliform pada sample air.

Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan ialah tabung reaksi bertutup, tabung durham, spirtus, micropipette, dan blue tips, spreader, kawat ose dan cawan petri.
Bahan-bahan yang digunakan ialah air sumur, air isi ulang, air sungai, air kloset (diploma IPB), air keran (diploma IPB), dan Lactose Broth (LB) dan media EMBA (Eosin Metilen Blue Agar).

Prosedur
Tabung durham yang berada di dalam tabung reaksi bertutup yang telah diisi dengan Lactose Broth (LB), diperiksa bahwa tidak ada gelembung didalam tabung durham tersebut. Air sumur, air isi ulang, air sungai, air kloset (diploma IPB), dan air keran (diploma IPB), masing-masng dipipet 1ml ke dalam 5 tabung reaksi bertutup tersebut (single strength). Kemudian masing-masing bahan dipipet sebanyak 0,1 ml ke dalam 5 tabung reaksi berbeda (single strength). Lalu masing-masing bahan dipipet sebanyak 10 ml ml ke dalam 5 tabung reaksi berbeda (double strength). Sehingga seluruh tabung reaksi bertutup yang berisi tabung durham di dalamnya berjumlah 15 buah. Kemudian tabung reaksi ditempatkan di dalam rak tabung reaksi.Setelah diinkubasi, jumlah tabung dari setiap strength yang hasilnya positif dihitung dan dibandingkan dengan literature untuk mencari nilai MPN coliform. Kemudian dilakukan uji duga dengan cara memindahkan isi tabung yang terdapat gelembung ke dalam media EMBA dengan cara goresan tiga kuadran dan diinkubasi selama 2x24 jam dengan suhu 370 C. Selanjutnya inkubasi selama 7x24 jam. Apabila bakteri tumbuh dalam EMBA dilakukan pewarnaan gram.


















Pembahasan
Perlakuan aseptik ialah perlakuan yang bertujuan  terbebas dari mikroorganisme. Aseptik diimbangi dengan sterilisasi yang merupakan upaya untuk menghilangkan kontamina mikroorganisme yang menempel pada alat atau bahan yang akan dipergunakan untuk analisa selanjutnya (Jati 2007).
Proses sterilisasi sangat penting dibutuhkan sebelum memulai maupun mengakhiri sebuah pekerjaan di laboratorium. Alkohol 70% yang disemprotkan pada tangan dan meja, bahkan tangan pun sebelumnya harus dicuci dengan sabun terlebih dahulu. Hal tersebut berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang tak diinginkan agar mendapatkan pengukuran yang akurat. Proses pemindahan mikroba secara aseptic sangat membutuhkan ketelitian yang tinggi. Jika tidak, kesalahan dalam teknik sedikit saja akan mempengaruhi semua hasil pengamatan. Oleh karena itu, dalam melakukan pemindahan mikroba dari media yang lama, menuju media yang baru harus mengetahui teknik dan menjaga kesterilan bahan maupun alat yang digunakan (Dwijoseputro 2003).
Standar analisis untuk mengetahui bahwa air tersebut berkualitas baik atau tidak (uji mikrrobiologis air) terdapat tiga tahap uji yaitu uji duga, uji penguat, dan uji pelengkap. Uji duga (presumptive test) ialah uji yang bertujuan untuk mendeteksi mikroorganisme yang dapat diduga sebagai bakteri coliform dan untuk melihat apakah sample air mampu memfermentasi laktosa. Karena mediayang digunakan adalah Lactose Broth (LB) atau kaldu laktosa. Cara pengerjaannya ialah memasukkan sample air ke dalam tabung reaksi bertutup yang didalamnya telah berisi lactose broth serta tabung durham. Apabila setelah inkubasi selama 2x24 jam, terdapat gelembung pada bagian atas tabung durham yang disimpan terbalik maka menyatakan adanya coliform. Lactose broth mengandung garam empedu untuk menekan bakteri gram positif agar tidak tumbuh sehingga hanya bakteri gram negative yang tumbuh di dalam Lactose broth. Uji penguat (confirmed test) yaitu uji lanjutan dari  tahap uji duga dengan membuat piaraan agar piaraan laktoa cair pada media agar selektif dan diferensial yaitu Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Koloni E, coli akan tampak berwarna hijau metalik dan disebut sebagai koloni tipikal, tipe lain disebut atipikal. Kemudian uji lengkap (completed test) yaitu uji yang dilakukan untuk pembuatan piaraan cair dalam media laktosa dari koloni tipikal pada media EMBA dengan tujuan mendeteksi mikroorganisme yang di duga E.coli untuk memfermentasi laktosa juga diamati morfologinya.
Medium EMBA merupakan medium diferensial, yaitu medium yang dapat memisahkan antar koloni bakteri yang berbeda dan digunakan sebagai media isolasi dan identifikasi. Medium tersebut digunakan untuk bakteri coliform (bakteri yang sebagian besar terdiri dari bakteri E. coli ), yang slah satunya dapat memfermentasi laktosa, dari koloni yang berwarna biru kehitaman menjadi koloni yang berwarna hijau metalik (Adam 1992)
Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negative yang tahan hidup dalam media yag kekurangan zat gizi. Susunan dinding sel bakteri gram negative memiliki struktur dinding sel yang lebih kompleks daripada sel bakteri gram positif. Bakteri gram negative mengandung sejumlah besar lipoprotein, lipopolisakarida, da lemak (Schlegel 1993). Adanya lapisan-lapisan tersebut mempengaruhi aktivitas kerja dari zat antibakteri (Rahayu 2003).
Total E. coli terdiri dari E. coli yang berasal dari tinja (disebut E. coli tinja) atau disebut juga coli fecal (baru tercemar tinja), lalu bakteri-bakteri lain selain E. coli (disebut coliform) seperti Klebsiella sp., Enterobacter freundii, Aerobacter aerogenes, atau disebut juga coli nonfecal (pernah terjemar tinja) (Karmana 2008).
Data dan hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak terdapat bakteri E. coli pada seluruh sample air yang diuji. Sehingga tidak dapat dilakukan uji penguat maupun uji pelengkap.  Namun pada uji duga terdapat coliform yaitu kumpulan bakteri-bakteri yang salah satunya diantaranya terdapat bakteri E. coli, karena E. coli tidak bisa hidup sendiri dan harus berasosiasi dengan bakteri-bakteri pathogen seperti Salmonella sp. Coliform dapat dideteksi dengan adanya gelembung-gelembung yang terdapat pada bagian atas tabung durham setelah diinkubasi. Seluruh sample air yang diuji menunjukkan hasil yang positif pada uji duga, dengan dihasilkannya nilai MPN (Most Probable Number) yang berbeda-beda. Air sungai dan air WC menghasilkan nilai MPN yang paling besar sekitar lebih dari 2400 per 100 ml karena banyaknya bakteri yang terdapat pada kedua tempat tersebut, sedangkan untuk air kemasan dan air sumur hanya menghasilkan indeks MPN sebesar  2 per 100 ml artinya hanya terdapat sedikit sekali coliform dan menjadi angka yang paling kecil diantara sample-sample yang diujikan, dan air keran terdapat MPN sebesar 4 per 100 ml.

Simpulan
Berdasarkan data dan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa seluruh sample mengandung coliform dengan dihasilkannya berbagai macam jumlah indeks MPN, namun tidak menghasilkan bakteri E. coli sehingga tidak dilakukan uji penguat dan uji pelengkap. Colifor paling banyak terdapat pada air WC dan air sungai.

Daftar Pustaka
Adam Syamsunir.1992. Dasar-Dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawatan.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jati Wijaya. 2007. Biologi Interaktif. Jakarta : Ganeca Exact.
Dwijoseputro. 2003. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.
Fardiaz S. 1989. Mikrobiologi Pangan (Pusat Antar Universitas). Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Karmana Oman. 2008. Biologi. Jakarta : PT Grafindo Media Pratama
Rahayu.2003. Biologi Kehidupan. Jakarta : Grafindo Media Pratama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar