Rabu, 04 Januari 2012

Laporan Praktikum Mikrobiologi : Penyiapan Media dan Screening Bakteri

Pendahuluan
Mikrobiologi adalah suatu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang mikroorganisme dan interaksi mereka dengan organisme lain dan lingkungannya. (Singleton.2006)
Sejarah tentang mikroba dimulai dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana,
dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek, tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang perbesarannya antara 50-300 kali. (Skou, dan Sogaard Jensen. 2007)
            Istilah bakteri berasal dari kata bakterion (bahasa yunani) yang berarti tongkat atau batang. Morfilogi bakteri terbagi atas 3 macam yaitu, pertama bentuk basil atau basillus, baasil berbentuk seperti tongkat pendek agak silindris bentuk basil hampir meliputi seluruh bakteri, bentuk coccus (bulat). Kedua bentuk coccus adalah bentuk bakteri seperti bola-bola kecil, pada golongan ini tidak sebanyak pada golongan berbentuk basil. Ketiga adalah bentuk  spiril (spiral), bentuk spiril adalah bentuk bakteri yang berbentuk seperti spiral atau panjang berbengkok-bengkok. (Adam 1992)
Bakteri dapat dikembangkan dengan cara melakukan pertumbuhan bakteri. Pertumbuhan bakteri dapat dilakukan dengan cara ditumbuhkan pada suatu media pertumbuhan bakteri, yang biasanya berupa agar. Komposisi media tumbuh dapat bervariasi tergantung pada jenis mikroorganisme yang akan ditumbuhkan, namum semua mikroorganisme mempunyai kebutuhan dasar yang sama dalam media tumbunya, yaitu air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh. Derajat keasaman (pH) media sangat menentukan pertumbuhan mikroorganisme, pada umumnya mikroorganisme hidup pada kisarah pH netral (7), tetapi mikroorganisme patogen biasanya hdup pada pH basa. Media adalah suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh yang disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Media kultur berdasarkan konsistensinya dibedakan atas tiga macam, yaitu, media cair (liquid medium), media semi padat (semi solid medium), dan media padat (solid medium). Contoh dari media cair yaitu seperti NB (Nutrient Broth ), Lactose Broth (LB) dan kaldu sapi. Contoh dari media semi padat yaitu agar dengan konsentrasi rendah 0,5%, dan SIM (Sulfida Ino Motil) dan contoh dari media padat yaitu Nutrient Agar (NA), Plate Count Agar (PCA), Potato Dextrose Agar (PDA), gelatin, silika gel dan beberapa limbah pertanian berbentuk padat.
Media agar merupakan substrat yang sangat baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme sehingga masing-masing jenisnya menjadi terpisah-pisah. Teknik yang digunakan untk menumbuhkan mikroorganisme pada media agar memungkinkannya untuk tumbuh berhimpun membentuk koloni, sekelompok massa sel yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Semua sel dalam koloni tersebut sama, dianggap merupakan keturunan satu mikroorganisme dan mewakili mikrobiologiwan. Penggunaan agar pada media mikrobiologi yang semula diusulkan oleh laboratorium Koch pada awal 1880-an, tetap digunakan secara luas hingga sekarang (Pelczar. 2005).


Tujuan
 Percobaan penyiapan media dan screening bakteri  bertujuan mengetahui cara pembuatan media bagi perkembangbiakan bakteri dan teknik menumbuhkan bakteri pada media tersebut.

Alat dan Bahan
            Alat yang digunakan ialah penagas air (hot plate), magnetik stirer, cawan petri, neraca analitik, erlenmeyer 250 ml, gelas pengaduk, bunsen,dam botol semprot. Sedangkan bahan yang digunakan ialah alkohol 80 %, aluminium foil dan media agarnya (PCA).

Metode (cara kerja)
            Percobaan pertama yaitu pembuatan media agar terlebih dahulu, yang dimulai dengan ditimbang terlebih dahulu 23,59 gram plate Count Agar (PCA) untuk 1 Liter aquades. Agar PCA hasil timbangan tersebut kemudian dimasukkan kedalam erlenmeyer 1 liter. Air dimasukkan hingga tanda tera menunjukkan 1 liter. Campuran antara air dan agar tersebut dilarutkan dan diaduk hingga homogen. Panaskan campuran tersebut dan supaya campuran tersebut homogen sempurna dipergunakan magnetik stirrer pada saat dipanaskannya. Campuran ditunggu hingga bening dan tidak keruh. Setelah bening dan tidak keruh campuran tersebut dituangkan kedalam erlenmeyer 250ml untuk memudahkan pada saat menuangkan kedalam cawan petri. Kemudian erlenmeyer tersebut ditutup dengan penutup kapas dan aluminium foil untuk proses sterilisasi. Media disterilkan didalam autuclave hingga steril. Media yang telah disterilisasi jika tidak dipergunakan langsung dapat diletakkan didalam inkubator, untuk menjaga kesterilannya.
            Percobaan kedua yaitu penumbuhan bakteri, penumbuhan bakteri dimulai dengan mencuci tangan dahulu sebelum melakukan percobaan, karena percobaan secara aseptik. Tangan yang sudah dicuci disemprotkan larutan alkohol terlebuh dahulu. Keluarkan media dari dalam inkubator. Semprotkan alkohol pada meja tempat dilakukannya praktikum. Bunsen dinyalakan. Cawan petri yang sudah disterilkan di dalam autoclave diambil. Cawan petri panaskan diatas api bunsen dengan cara diputar-putar, agar tidak ada bakteri lain yang tidak diinginkan menempel pada cawan petri. Penutup aluminium foil dibuka dan ujung lubang erlenmeyer dipanaskan diatas api bunsen agar mencegah bakteri yang tidak diinginkan hidup. Penutup cawan petri dibuka dan media agar dituangkan kedalam cawan petri, penuangan dilakukan didpan api bunsen dan dalam media agar yang dituang pada cawan petri seteh bagian saja. Penutup cawan ditutup kembali. Tunggu hingga agar mengeras. Setelah mengeras perlakuan diberikan pada media tersebut. Setelah diberi perlakuan, cawan petri ditutup dan diletakkan terbalik agar tidak ada uap yang akan membasahi media, dan menimbulkan kontaminasi.

HASIL PENGAMATAN
No
Gambar
Keterangan
Perlakuan
1
Pada percobaan bakteri yang tumbuh berukuran noktah, dan sebagian ada yang besar. Pigmentasi atau warna koloni yaitu putih susu. Bentuk dari bakteri yang tumbuh adalah sirkular dan ada yang berbentuk irregullar. Bagian tepi (tepi luar koloni) berbentuk lobate atau berlekuk dan ada yang berbentuk undulate (bergelombang) dan elavasi yang terlihat adalah raised agak tinggi dan konveks (cembung).
Nafas
2
Bakteri yang tumbuh berbentuk noktah agak sedang. Pigmentasi atau warna koloni yaitu putih keruh. Bentuk koloni yaitu irregular dan tepi luarnya bergelombang. Elevasinya rata.
Rambut
2
Pada percobaan bakteri yang tumbuh berukuran besar. Pigmentasi atau warna koloni yaitu putih. Bentuk dari bakteri yang tumbuh adalah irregullar. Bagian tepi (tepi luar koloni) berbentuk lobate atau berlekuk dan elavasi yang terlihat adalah rata.
WC
2
Pada percobaan bakteri yang tumbuh berukuran noktah kecil, dan sedang. Pigmentasi atau warna koloni yaitu putih keruh. Bentuk dari bakteri yang tumbuh adalah sirkular dan irregullar. Bagian tepi (tepi luar koloni) berbentuk lobate atau berlekuk dan elavasi yang terlihat adalah rata.
Lingkungan
2
Pada percobaan bakteri yang tumbuh berukuran noktah, kecil, sedang, dan besar. Pigmentasi atau warna koloni yaitu coklat. Bentuk dari bakteri yang tumbuh adalah sirkular, ada yang berbentuk irregullar, dan rizoid. Bagian tepi (tepi luar koloni) berbentuk lobate atau berlekuk dan ada yang berbentuk undulate (bergelombang) serta filamen. dan elavasi yang terlihat adalah rata.
Ibu Jari

PEMBAHASAN
            Media untuk perkembangbiakan bakteeri merupakan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya suatu bakteri. Media tersebut biasanya berbentuk agar-agar. Dalam pembutan media untuk pertumbuhan bakteri diperlukan suatu kondisi yang steril, agar pada saat pembuatan media tidak ada bakteri yang tidak diinginkan ikut berkembang biak juga.
            Pertumbuhan bakteri pada dasarnya membutuhkan nutrisi untuk tumbuh, sehingga bakteri ditumbuhkan didalam media agar yang memiliki banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh bakteri untuk berkembang biak atau memperbanyak diri. Media berdasarkan fungsinya dapat terbagi menjadi tiga yaitu umum, selektif, dan differensial.
Media yang memiliki fungsi umum adalah media yang dapat dijadikan pertumbuhan bagi berbagai jenis bakteri contohnya seperti Nutrient Agar (NA), Plate Count Agar (PCA), Potato Dextrose Agar (PDA), gelatin, silika gel dan beberapa limbah pertanian berbentuk padat.
Media yang memiliki fungsi selektif adalah media yang ditambah zat kimia tertentu yang bersifat selektif untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain sehingga dapat mengisolasi mikroba tertentu, misalnya media yang mengandung kristal violet pada kadar tertentu, dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif tanpa mempengaruhi bakteri gram negatif. Contohnya yaitu SSA (Salmonella Shygella Agar), dan VRB (Violet Red Bile Agar).
Media diferensial (deferential medium) adalah media yang ditambahkan zat kimia tertentu yang menyebabkan mikroba membentuk pertumbuham atau mengadakan perubahan tertentu hingga dapat membedakan tipenya. Contohnya adalah EMBA dan TSIA (Triple Sugar Iron Agar).
Media agar yang digunakan dalam praktikum yaitu PCA. PCA (Plate Count Agar) digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspensi 22,5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks (Ruly. 2008)
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dengan berbagai perlakuan pada tiap medianya bentuk bakteri yang tumbuh bermacam-macam. Karena media yang dibuat berasal dari serbuk PCA atau Plate Count Agar bakteri yang dihasilkan tidak spesifik, sebab pada media PCA semua jenis bakteri dapat tumbuh didalamnya. Hampir pada semua media ditumbuhi oleh bakteri yang berbentuk noktah dan memiliki pigmentasi berwarna putih.
Bakteri yang tidak ingin ditumbuhkan dan ikut tumbuh dalam media dimungkinkan karena pada saat pemasukan media kedalam cawan petri, pada cawan petri kurang steril, atau pada saat pnuangan agar kedalam cawan petri sebelum memperoleh perlakuan apapun, bakteri lain telah masuk dan media yang digunakan adalah media untuk pembiakan bakteri secara umum artinya berbagai bakteri dapat tumbuh didalam media tersebut, seperti pada medium yang bersal dari PCA (Plate Count Agar).
Sehingga berbagai bakteri tumbuh didalam cawan petri. Dalam penuangan media yang telah dibuat dalam erlenmeyer kedalam cawan petri harus dilakukan saat cairan media hangat-hangat kuku. Karena jika media terlalu panas bakteri akan mati ketika ditumbuhkan dalam media tersebut, akan tetapi jika media terlalu dingin hal ini pun tidak baik, karena jika media dingin maka media akan membeku atau kaku sehingga sulit untuk dituangkan kedalam cawan petri.
Media yang dibuat sebaiknya pada proses pembuatan menggunakan magnetic stirer untuk mengaduknya, agar antara air dengan bahan media tercampur secara homogen. Media cair yang telah dibuat harus segera ditutup dengan alumunium foil, hal ini dimaksudkan agar tidak ada uapan air yang masuk. Jika uapan air masuk, maka media tidak lagi steril.
Faktor yang dapat menyebabkan terdapatnya mikroorganisme pada media adalah udara, temperatur dan kelembaban yang ada di lingkungan sekitar praktikum. Pembuatan media harus diusahakan dalam keadaan steril hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terkontaminasinya media oleh mikroorganisme, adalah mencuci tangan sebelum melakukan praktikum atau bila perlu mencuci rambut terlebih dahulu, menggunakan jas laboratorium dan sarung tangan steril, sebelum dan sesudah praktikum meja kerja dan tangan disemprotkan alkohol 70%, menggunakan alat dan bahan yang sudah disterilkan terlebih dahulu, tidak banayak bercanda dan mengobrol pada saat praktikum berlangsung, menggunakan masker dan bekerja dalam zona atau lokasi steril (dekat pembakar spirtus).
Pertumbuhan bakteri dapat berlangsung dalam 1x24 jam atau 2x24 jam. Akan tetapi perbedaan pada pertumbuhan bakteri antara keduanya yaitu jumlah bakteri yang tumbuh dan tingkat kematangan bakteri untuk dipanen.
Cawan petri yang akan digunakan sebagai wadah media, dapar disterilkan terlebih dahulu dalam autoclave. Dan untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada media yang cair jika tidak langsung digunakan maka media cair sebaiknya dimasukkan kedalam inkubaror.
Dalam meletakkan media yang sedah diberi perlakuan sebaiknya penutup cawan diletakkan dibagian bawah, agar tidak ada uap air yang turun, yang dapat mengkontaminasikan media untuk pertumbuhan tersebut.
Pertumbuhan bakteri pada wadah berupa cawan petri dapat memudahkan mengamati jumlah bakteri dalam jumlah yang banyak dan dapat terlihat jelas. Sehingga tidak hanay penampang luarnya saja yang terlihat.
Percobaan yang menghasilkan media yang tetap steril dapat dikarnakan pada saat memberikan perlakuan, perlakuan tersebut tidak mengenai media. Atau pada saat perlakuan telah dilakukan media tersebut terkena panas bunsen, sehingga bakteri yang awalnya ingin tumbuh menjadi mati kembali atau tidak ada.



SIMPULAN
            Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa berbagai macam bakteri dapat tumbuh dalam media yang telah dibuat dengan PCA sebagai pmbentuk medium agarnya. Bakteri yang tumbuh pada setiap perlakuan memiliki bentuk yang hapir sama dan bentuk permukaan pada bakteri dapat terlihat jelas.

DAFTAR PUSTAKA
Adam Syamsunir.1992. Dasar-Dasar Mikrobiologi dan Parasitologi untuk Perawatan.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. (halaman : 19)
Pelczar Michael. 2005.Dasar-Dasar Mikrobiologi. Ratna Sri, penerjemah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.terjemahan dari : Elements of Microbiology. (halaman : 18)
Ruly. 2008. Media Perkembangbiakan Bakteri. [terhubung berkala]. http://med.unhas.ac.id/fkuhmikro/index.phpoption=com_content&view=article&id=56:mikrobiologi&catid=1:latest-news. [15 September 2011. 19:05]
Singleton Paul.2006. Dictionary of Microbiology And Molecular Biology Third Edition. England : John wiley & Sons Inc. (halaman : 475)
Skou Torben dan Sogaard Jensen Gunnar. 2007.Microbiologi. Englang : Forfattern Og Systime. (halaman : 8)
Yatim Wildan. 2003. Kamus Biologi. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia



.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar