Rabu, 04 Januari 2012

Laporan Praktikum Mikrobiologi : Pengenalan Alat Laboratorium dan Teknik Sterilisasi

LAPORAN PRAKTIKUM 1 MIKROBIOLOGI
PENGENALAN ALAT LAB DAN TEKNIK STERILISASI
NAMA            : ARFIYAH TRI MEIRINA
NIM                : J3L110030
PK /KELAS    : ANALISIS KIMIA / 2A P2
1.      Pengenalan alat :

NO
NAMA ALAT
FUNGSI
GAMBAR
1
AUTOCLAVE
Untuk mensterilkan bahan atau alat dengan menggunakan uap air panas bertekanan seperti alat medis,  media jamur, alat laboratorium, serta dari bakteri atau virus berbahaya. Juga dapat digunakan untuk produk makanan bandeng, ayam, bebek sehingga lunak menjadi presto food dan menerima kapasitas besar.
2
LAMINAR AIR FLOW
Ruangan untuk pengerjaan secara eseptis. Prinsip penaseptisan suatu ruangan berdasarkan aliran udara keluar dengan kontaminasi udara dapat diminimalkan.
3
INKUBATOR
Untuk menginkubasi,  memeram, mengembang biakkan pertumbuhan bakteri atau mikroba pada suhu yang terkontrol.
4
SHAKER WATER BATH
Untuk mengigantasi/ menghomogenkan medium dan mikroba dengan tujuan memberikan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan mikroba dan agar pertumbuhan mikroba merata. Atau  untuk memanaskan atau mengukus suatu zat padat menjadi larutan atau untuk mendidihkan larutan.
5
SENTRIFUGE
Untuk menyaring atau memisahkan padatan (mikroorganisme) dan larutan. Alat ini dilengkapi dengan pengatur kecepatan untuk mempercepat proses pemisahan.
6
THERMAL CYCLER
Untuk memperbanyak DNA sesuai keinginan. Karena bisa diatur berapa kali putaran sintesis DNA. Disebut juga Mesin PCR (polymerase chain reaction) dan memiliki pengaturan suhu berkisar antara 4 – 110 derajat celcius.
7
MIKROSKOP
Untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya.
8
FREEZER
Untuk menyimpan sampel yang dianalisa serta media-media yang mudah menuap dan media yang tidak tahan terhadap panas.
9
ELEKTROFORESIS
Untuk mengalirkan DNA
10
UV TRANSILUMINATOR
Untuk men-visual-kan DNA setelah di loading atau running dalam DNA elektroforesis. Prinsip kerja dari alat ini adalah sinar UV yang dipancarkan akan memendarkan Ethidium bromide (EtBr) yang menempel pada DNA. Sehingga visualisasi DNA bisa terlihat lewat pancaran yang berwarna orange keputihan tersebut.
11
MICROPIPET
Untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl.
12
CAWAN PETRI
Untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran dan diameter.
13
JARUM INOKULASI

Untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru.
14
SPREADER
Untuk menyebarkan bakteri dalam suatu media cawan petri yang terbuat dari kaca.

15
PEMBAKAR BUNSEN
Untuk menciptakan kondisi steril dan untuk sterilisasi jarum ose atau lainnya. Bagian api berwarna biru adalah yang paling cocok dan apling panas untuk memijarkannya.
16
YELLOWS TIPS
Untuk digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil sejumlah kecil larutan sampel, pada umumnya pada skala mikron.
17
BLUE TIPS
Untuk digunakan dengan mikro pipet untuk memgambil sejumlah kecil larutan sampel, pada umumnya pada skala mikron.
18
TABUNG DURHAM
Untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Penempatannya terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara).  berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil.
19
MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI (PCA, NA. TSA, EMBA, BACTO AGAR, NB, LB)
PCA (Plate Counter Agar) : digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.  Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.

LB (Lactose Broth) : digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.

NA (NutrientAgar) : medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.

EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) : untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella.

NB (Nutrient broth) : media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar.

TSA (Trypticase Soy Agar) : media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.

Bacto Agar : untuk pemadat medium

















20
TABUNG EPPENDORF
Untuk mengisolasi DNA


2.      Teknik sterilisasi :
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi (Indra, 2008) :
1.  Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik.
2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
•  Pemanasan
a. Pemijaran (dengan api langsung) : membakar alat pada api secara langsung, contoh alat :   jarum inokulum, pinset, batang L, dll.
b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll.
c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d. Uap air panas bertekanan : menggunakan autoklaf.
•  Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV
3.   Sterilisasi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alcohol,

Teknik sterilisasi berbeda-beda juga tergantung pada jenis material, dan terbagi menjadi :
Sterilisasi cairan
Cairan yang disterilisasi umumnya adalah media fermentasi yang mengandung gula, garam fosfat, ammonium, trace metals, vitamin, dan lain-lain.  Secara umum ada dua cara sterilisasi cairan yaitu dengan panas dan disaring (filtrasi).  Sterilasi dengan panas dilakukan di dalam autoclave, di mana steam tekanan tinggi diinjeksikan ke dalam chamber untuk mencapai temperatur 121 derajat C dan tekanan tinggi (sekitar 15 psig). Durasinya bervariasi, namun umumnya diinginkan cairan dipertahankan pada 121 derajat C selama minimal 15 menit. Jika termasuk waktu untuk heating dan cooling steps, total waktu berkisar 1-2 jam tergantung volume cairan yang disterilisasi.
Sterilisasi padatan
Padatan yang umum disterilkan adalah glassware, biosafety cabinet, dan beberapa jenis tabung dan kontainer. Pada glassware dan plastik tahan panas umumnya dilakukan dengan autoclave mirip seperti sterilisasi cairan namun ditambah proses pengeringan. Biosafety cabinet disterilkan dengan bantuan radiasi UV dan disemprot ethanol 70 %.
Sterilisasi gas
Sterilisasi gas atau udara amat vital dalam proses fermentasi. Udara mengandung sejumlah mikrooganisme baik bakteri, yeast, atau jenis lainnya. Namun boleh dikata semua proses fermentasi melibatkan gas atau udara. Proses aerobik memerlukan oksigen dari udara atau berupa oksigen murni. Proses anaerobik memerlukan nitrogen dan mungkin sedikit karbondioksida. Fermentasi selalu menghasilkan gas, sehingga reaktor harus dilengkapi saluran gas keluar. Belum lagi dalam semua proses persiapan fermentasi, perlu dalam suasana steril.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar